Simposium Hak Seksual: Kesejahteraan Seksual Bagi Rakyat Indonesia

Solider.or.id, Yogyakarta- Dalam rangka merayakan Hari Kesehatan Seksual se-Dunia 2014,  Aliansi Satu Visi Indonesia,  sebuah jaringan nasional pemenuhan hak seksual menyelenggarakan simposium nasional “Hak Seksual: kesejahteraan Seksual bagi Rakyat Indonesia” di Gedung Mandala Bahakti Wanitatama, Jalan Jalan Laksda Adisutjito, Yogyakarta pada Senin (29/9). Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Rutgers WPF dan Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY).

Simposium yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan tersebut, menghadirkan para pakar yang berkompeten sebagai narasumber, di antaranya Desti Murdjiana dari Komnas Perempuan, Teguh dari Kabareskrim Polisi Republik Indonesia (Polri), dr. Detty dari Ikatan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG), serta Bagus Y Wicaksono dari Ketua Gugah Nurani Indonesia dengan Key Note Speaker  Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Prof. Ali Gufron.

Menurut Ali Gufron, “Kesehatan reproduksi adalah hak mutlak yang harus dijaga dan dipenuhi, termasuk di dalamnya adalah kesehatan reproduksi dan seksual. Sehingga harus diciptakan keterjaminan terjangkaunya informasi dan layanan kesehatan seksual berkualitas, yang berorientasi pada fokus layanan masyarakat, dan kelompok kunci (stakeholder).”

“Dengan demikian diharapkan tidak terdiagnosa adanya infeksi, tidak ada kehamilan yang tidak diharapkan, tidak adanya stigmatisai penyakit menular seksual, seta tidak ada diskriminasi dan kekerasan seksual,” lanjut Ali Gufron.

“Simposium ini merupakan langkah awal yang diharapkan akan membangun satu titik pijak bagi pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi yang mengutamakan perlindungan terhadap perempuan (beragam identitas)  yang mengalami kekerasan seksual, tidak terkecuali perempuan difabel, untuk mendapatkan hak-haknya,” koordinator kegiatan, Gama Triono mengutarakan padasolider. 

“Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan lainnya, dengan puncak acaranya pada bulan Desember 2014, yang akan melibatkan berbagai elemen, baik swasta maupun pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat difabel maupun nondifabel,” pungkas Gama Triono.

Advertisements
By pkbikulonprogo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s