Sejarah

PKBI Cabang Kulon Progo merupakan salah satu PKBI Cabang dari PKBI DIY. Terbentuknya PKBI Cabang Kulon Progo tidak lepas dari sebuah proses inisiasi dari PKBI DIY. Berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai proses awal, PKBI cabang masih sebagai tempat untuk aplikasi program yang ada di PKBI DIY misal : seminar, sosialisasi kesehatan reproduksi, KB, bakti sosial, serta pelaksanaan muscab. Keberadaan PKBI cabang Kulon Progo awalnya masih dikelola oleh Pengurus Harian Cabang, dengan semua program yang ada.

Kegiatan rutin  yang dilakukan yaitu pertemuan rutin Pengurus dan sosialisasi kesehatan reproduksi kedesa maupun sekolah. Kepengurusan PKBI Cabang Kulon Progo hampir seluruhnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Program yang ada dan dijalankan saat itu sifatnya sinergisitas dengan program SKPD yang ada, selain dari dukungan daerah untuk support kegiatan, PKBI Cabang Kulon Progo mendapatkan support dari APBD Kabupaten Kulon Progo. Dukungan dari pemerintah juga berkaitan dengan sekretariat yang dipinjammi satu ruangan di RSUD Wates. Dengan berkembangnya issu kesehatan reproduksi dan seksual maka pada tahun 2006, bersama dengan PKBI Cabang lain, PKBI Kulon Progo mempunyai Direktur Pelaksana Cabang dan didukung oleh Pengurus Harian Cabang (PHC) PKBI yang sudah eksis. Program yang mulai dijalankan adalah program dukungan dari HIVOS dengan fokus pada pendampingan komunitas desa di 6 desa; yaitu Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Hargomulyo, Desa Wates, Desa Ngestiharjo dan Desa Triharjo. Selain ada program untuk pengorganisasian Komunitas Desa, PKBI Cabang Kulon Progo juga melakukan pendampingan remaja sekolah yaitu SMK N I Pengasih dan SMA N 2 Wates.

Dengan adanya Direktur Pelaksana Cabang maka proses penjalanan program yang ada dikoordinasi oleh Dirpelcab, dengan memberikan pertanggungjawaban kepada PHC dan Dirpelda. Sesuai dengan issunya PKBI identik mengkampanyekan isu hak-hak kesehatan reproduksi, yang tentu saja dengan perspektif gender dan HAM. PKBI mulai mengusung isu selain Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, adalah tentang reduksi stigma dan diskriminasi HIV-AIDS. Dan program ini dijalankan sampai sekarang, meski fokus utama PKBI masih pada pemenuhan HKSR. Dengan perspektif gender yang digunakan, menjadi salah satu topangan gerakan untuk memperjuangkan hak perempuan. Bahwa perempuan jangan hanya dijadikan sebagai objek pemenuhan reproduksi saja tetapi juga harus memperhatikan hak dan keselamatan perempuan. Salah satunya adalah dengan mendorong perempuan bisa asertif dalam keluarga dan bisa berkompromi dalam menentukan jumlah anak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang cukup tinggi di Indonesia pada waktu itu jelas menjadi tugas berat untuk PKBI, karena dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang tinggi jelas mencerminkan belum terpenuhinya hak-hak perempuan. Berbagai gerakan dengan isu kesehatan reproduksi dan seksual tentu saja secara tidak langsung memberikan ruang-ruang eksistensi PKBI Kulon Progo, sehingga banyak orang yang ingin terlibat di dalam lembaga PKBI Cabang Kulon Progo. Sampai saat ini ada 17 relawan program dan 15 Pengurus Cabang yang saling bahu membahu untuk melakukan kegiatan, dengan sekretariat di Jalan. Suparman 11 A Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s